Dev.to · 6 min read

Mohammad Razky Putra Bahri Pelajar 18 Tahun yang Rintis Bisnis Digital dari Kamar

Mohammad Razky Putra Bahri Pelajar 18 Tahun yang Rintis Bisnis Digital dari Kamar

Di tengah laju pesatnya era digitalisasi, umur 18 tahun sering kali menjadi titik persimpangan bagi banyak remaja. Sebagian besar mungkin masih sibuk mencari jati diri, menghabiskan waktu nongkrong bersama teman, atau sekadar bingung memikirkan ujian kelulusan sekolah yang semakin dekat. Tapi pemandangan berbeda datang dari Mohammad Razky Putra Bahri. Pemuda kelahiran Karawang yang di dunia maya lebih akrab disapa Putra (dengan handle @r4puhh_) ini justru menjadikan masa mudanya sebagai waktu yang tepat untuk tancap gas merajut portofolio. Lahir dan besar di Karawang, cowok yang masih duduk di bangku kelas 12 SMK ini sudah memiliki rentetan pengalaman yang terbilang panjang untuk ukuran seusianya. Kalau kebanyakan remaja seumurannya baru mulai mencari tahu apa itu dunia kerja, Putra sudah lebih dulu sibuk bergelut dengan barisan kode bahasa pemrograman, merintis bisnis layanan digital, hingga membaca dan menganalisis grafik pergerakan harga di pasar valuta asing atau forex. Bukan Sekadar Jago Teori di Kelas Sebagai siswa yang mengambil penjurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Perguruan Cikini KIIC Karawang, urusan teknologi jelas menjadi makanan sehari-hari Putra. Tapi ia sadar betul bahwa belajar dari buku teks dan mendengarkan teori di dalam kelas saja tidak akan pernah cukup untuk bersaing di dunia nyata. Mental profesionalnya mulai benar-benar terbentuk saat ia harus menyelesaikan kewajiban magang industri selama 119 hari di divisi Infrastruktur IT perusahaan pelat merah, Perum Peruri. Di sana, ia tidak sekadar duduk manis di belakang meja. Putra turun tangan langsung mengurus operasional jaringan, melakukan pemeliharaan di dalam ruang server yang dingin, hingga melakukan troubleshooting dan crimping kabel jaringan LAN. Pengalaman terjun langsung di lapangan industri inilah yang membuat insting teknisnya makin matang bahkan sebelum ia memegang ijazah kelulusan sekolah. Merakit Bisnis Digital dan Menulis Kode dari Kamar Insting bisnis Putra juga tak kalah tajam. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah terbiasa memutar modal lewat bisnis layanan game online dan top-up digital yang ia rintis secara mandiri. Ia tidak mau bergantung pada orang tua; ia mencari peluangnya sendiri. Menariknya, dalam membangun ekosistem digitalnya, ia menolak menggunakan platform instan yang tinggal pakai. Sebagai seorang freelance web developer, ia lebih suka membangun segala sesuatunya dari nol. Ia menggunakan teks editor Visual Studio Code untuk meracik website e-commerce, portal top-up, hingga berbagai portofolio klien murni dari ketikan kodenya sendiri. Ia memadukan HTML, CSS, JavaScript, PHP, dan MySQL dengan framework Bootstrap 5, lalu mengelolanya melalui layanan hosting seperti InfinityFree, IDCloudHost, maupun Biznet Neo Cloud. Untuk memperluas jaringannya, Putra aktif berjejaring dan mencari klien melalui berbagai server komunitas Discord. Kreativitasnya dalam coding juga sering ia gunakan untuk berekspresi. Misalnya, pada September lalu ia sempat membuat sebuah website interaktif bertema bunga tulip yang dilengkapi dengan slideshow foto, animasi, dan iringan musik—sebuah proyek yang awalnya ia dedikasikan untuk hubungan pribadinya, yang kemudian menjadi wadah penyaluran emosi positif sekaligus pembuktian skill-nya setelah hubungan tersebut kandas. Kini, ia sedang serius mengembangkan "LOGLARI", sebuah aplikasi web custom buatannya sendiri yang dirancang khusus untuk melacak aktivitas olahraga dan metrik kesehatan. Semua karya digital ini ia kerjakan dari "markas" andalannya: sebuah PC rakitan sendiri bertenaga Intel Core i7 yang sengaja ia setel di bawah konfigurasi XMP agar optimal untuk multitasking berat, serta sebuah laptop MacBook Pro 13-inci secondhand yang baru-baru ini ia akuisisi untuk mobilitasnya. Belajar Disiplin Lewat Trading Forex dan Analisis Pasar Dari kebiasaan memutar modal di bisnis digitalnya, rasa penasaran Putra merambah ke instrumen pasar keuangan yang lebih kompleks, khususnya trading forex. Lewat kacamata logis seorang anak IT, ia mulai mendalami analisis teknikal secara serius. Ia menghabiskan banyak waktu untuk mengamati tren grafik, serta mempelajari cara menentukan area Support dan Resistance di pasar. Namun, ia tahu betul bahwa forex bukanlah skema kaya mendadak yang sering dipromosikan di media sosial. Baginya, trading adalah ruang kelas psikologis yang sangat keras. Jatuh bangun dan mengalami kerugian (loss) adalah 'uang sekolah' mutlak yang harus dibayar untuk memahami pentingnya kedisiplinan dan manajemen risiko yang ketat. Di sini, mentalnya diuji untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan, melainkan bertindak murni berdasarkan data dan analisis pasar, bukan emosi sesaat. Sisi Kreatif: Streetwear, Videografi, dan Sepatu Lari Kalau kamu membayangkan Putra sebagai cowok nerd yang hanya menatap barisan kode dan grafik saham 24 jam sehari penuh, tebakan itu jelas salah besar. Ia memiliki sisi kreatif dan gaya hidup yang sangat dinamis. Sembari mengetik kode dan mendengarkan alunan musik dari Hindia, Putra kerap merancang ide-ide pakaian streetwear. Ia menyukai estetika busana seperti paduan oversized boxy t-shirt, sweater bertekstur waffle dengan sentuhan grafiti, serta padu padan kemeja lengan panjang. Sisi visualnya juga ia tuangkan dengan memproduksi video dan foto produk yang estetis untuk keperluan konten affiliate marketing di platform TikTok Shop. Bahkan saat bermain game online seperti Roblox pun, ia masih sempat-sempatnya mendesain tekstur baju 2D sendiri untuk karakternya. Di sela-sela kepadatan menatap layar, Putra tetap menjaga kewarasan dan kebugaran fisiknya. Dengan mengenakan smartwatch Garmin Forerunner 165 dan tas pinggang lari merek Yuglo, ia rutin berlari menyusuri jalanan. Ketika sedang ingin bersantai, ia tak ragu memesan makanan favoritnya seperti Mie Gacoan atau Lazatto lewat layanan pesan antar, atau sesekali nongkrong di Kedai Kopi Kulo. Mobilitasnya di sekitar Karawang, Bogor, hingga Jakarta juga sering kali ia percayakan pada layanan ride-hailing seperti Grab. Dan layaknya remaja pada umumnya, ia juga masih suka meluangkan waktu untuk mabar Mobile Legends, fokus mengoptimalkan build item dan eksekusi strategi menggunakan hero assassin andalannya, Gusion. Menatap Mimpi Menuju Rig Lepas Pantai (Offshore) Bulan Mei nanti, Putra akan resmi menanggalkan seragam kebanggaan SMK-nya. Alih-alih bingung atau sekadar ikut-ikutan tren teman sebayanya, ia sudah membidik arah kompas yang sangat spesifik dan berani: ia ingin berkarier di sektor offshore (lepas pantai) pada industri minyak dan gas (migas). Bagi sebagian orang, lulusan TKJ mungkin identik dengan bekerja di gedung perkantoran. Tapi Putra melihat peluang infrastruktur IT di tengah lautan luas. Dengan bekal ijazah TKJ dan sertifikat pengalaman magang nyata dari Peruri, ia kini rajin membedah dan mencari tahu jalur karier teknis di rig lepas pantai. Ia sangat sadar bahwa persaingan di industri ini akan sangat ketat dan bertaraf internasional. Oleh karena itu, ia bahkan sudah mulai meriset kurikulum dan durasi waktu belajar untuk mencapai sertifikasi bahasa Jerman tingkat B1 dan B2 sebagai amunisi tambahan, bersiap jika ada peluang untuk melebarkan sayap pendidikan atau kariernya lebih jauh lagi ke ranah global. Perjalanan Putra sejauh ini memberikan pesan yang sangat kuat. Ia membuktikan bahwa masa muda bukan sekadar soal menunggu waktu berjalan atau terikat pada stereotip usia. Dengan modal koneksi internet, kemauan keras untuk belajar otodidak, dan keberanian untuk mencoba, seorang anak SMK dari Karawang pun bisa membangun ekosistem digitalnya sendiri, menguji nyali dan mental di pasar keuangan, dan bersiap penuh menaklukkan kerasnya kehidupan di rig lepas pantai di masa depan.

This is a summary aggregated from Dev.to. Read the complete article on the original site:

Read full article at Dev.to

More Programming & Dev News